Potensi Air di Indonesia
Ditulis oleh Boy Jumat, 13 November 2009 12:45
Indonesia memiliki enam persen dari persediaan air dunia atau sekitar 21% dari persediaan air Asia Pasifik, namun pada kenyataannya dari tahun ke tahun di berbagai daerah selalu terjadi kelangkaan dan kesulitan air. Kecenderungan konsumsi air naik secara eksponensial, sedangkan ketersediaan air bersih cenderung berkurang akibat kerusakan dan pencemaran lingkungan yang diperkirakan sebesar 15–35% per kapita per tahun.
Penurunan kuantitas air lebih banyak disebabkan oleh rusaknya daerah tangkapan air sehingga pada musim hujan air tidak sempat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi banjir, dan pada musim kemarau persediaan air berkurang karena suplai air dari mata air juga berkurang. Sementara itu penurunan kualitas lebih banyak disebabkan oleh pencemaran berbagai limbah dari industri, rumah tangga dan kegiatan pertanian.
Seringkali terjadi anggapan bahwa persediaan air dalam keadaan tak terhingga karena air dapat terusmenerus terbentuk melalui tahap daur hidrologi, walaupun sebenarnya hanya sebagian kecil saja air yang dapat digunakan setiap saat. Anggapan ini menimbulkan pola konsumsi air yang mengarah pada pemanfaatan yang tidak berkelanjutan sehingga mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan.
Danau
Sesuai dengan daur hidrologis, maka air hujan tersebut sebagian akan mengisi danau dan situ baik secara langsung atau tidak langsung seperti melalui mata air dan aliran sungai. Indonesia diperkirakan memiliki lebih dari 500 danau yang tersebar dari dataran rendah hingga puncak gunung. Dari sekian banyak danau tersebut, Danau Toba di Sumatera Utara yang mempunyai luas sekitar 110 ribu hektar merupakan danau yang terluas di Indonesia.
Hasil pemantauan volume beberapa waduk utama di Indonesia, terutama di Pulau Jawa menunjukkan bahwa pada tahun 2008 volume waduk pada umumnya menurun pada bulan April hingga Oktober. Waduk Cirata di Jawa Barat mengalami penurunan volume air terbesar yaitu sebesar 89 persen. Sedangkan Waduk Sermo di DI. Yogyakarta mengalami penurunan terkecil yaitu sekitar 33%. Persentase penurunan volume waduk selama musim kemarau mengindikasikan adanya kerusakan fungsi resapan air di bagian hulu.
Cekungan Air
Sebagian air hujan juga akan masuk ke cekungan air tanah yang potensinya mencapai lebih dari 308 milyar m3. Potensi volume cekungan air tanah terbesar berada di Sumatera yaitu sebesar 110 milyar m3.

Sungai
Air hujan juga akan mengalir ke sungai yang di Indonesia pada umumnya mempunyai volume lebih dari 1 milyar m3. Tabel 2.4 menunjukkan volume dan kondisi hidrologis beberapa sungai di Indonesia pada tahun 2006.


Artikel Terkait
Terpopuler
- Drainase (3355)
- Potensi Air di Indonesia (2775)
- Pencemaran Air (2314)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (2244)
- Tata Guna Lahan (2103)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1874)
- Air dan Kehidupan (1852)
- Air untuk Lahan Pertanian (1848)
- Pengelolaan Air Adalah: (1784)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1634)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1475)
- Air Minum (1416)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase