Air Minum

(1 vote, average 5.00 out of 5)

Kebutuhan air minum untuk rumah tangga di Indonesia pada tahun 2007 sebagian besar atau sekitar 58 persen dipenuhi dari air tanah. Sisanya dipenuhi dari ledeng (Perusahaan Air Minum) sekitar 16 persen, air sungai 3 persen, air hujan 2,6 persen, air kemasan 7,2 persen, mata air 12,6 persen, dan lainnya 0,4 persen. Berdasarkan wilayah kepulauan, Pulau Jawa mempunyai persentase terbesar rumah tangga yang menggunakan air tanah sebagai sumber air minum yaitu sekitar 62 persen. Sementara persentase terbesar rumah tangga yang mengandalkan air sungai dan air hujan sebagai sumber air minum berada di Kalimantan.

presentase_rumahtanggadan_sumberairminum

presentase_rumahtanggadan_sumberairminum_barDibandingkan dengan kondisi pada tahun 2004, penggunaan ledeng dan air tanah sebagai sumber air minum untuk rumah tangga cenderung menurun, masing-masing sekitar 1,7 persen dan 3,5 persen. Penurunan tersebut diiringi dengan kenaikan penggunaan air kemasan sebesar 4,7 persen. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sekitar 4 persen rumah tangga beralih dari menggunakan air ledeng dan air tanah menjadi menggunakan air kemasan pada tahun 2007.perkiraankebutuhan_airbersihuntukpenduduk_menurut_wilayah_kepulauan

Direktorat Jenderal Cipta Karya, Departemen Pekerjaan Umum memperkirakan rata-rata kebutuhan air bersih untuk rumah tangga di Indonesia adalah 110 liter per kapita per hari. Dengan perkiraan jumlah penduduk sekitar 227 juta jiwa pada tahun 2008, maka pada tahun tersebut kebutuhan air minum untuk penduduk Indonesia minimal mencapai 9,1 milyar m3. Berdasarkan distribusi penduduk menurut pulau-pulau besar maka kebutuhan air minum terbesar adalah Pulau Jawa yaitu sekitar 58 persen dari total kebutuhan air minum tahun 2008.

 

 Dibaca sebanyak 1415 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link