Phoca Download

Buku

cover_irbm_bahasa

Judul : Pengelolaan Daerah Aliran Sungai: Sebuah Pendekatan Negosiasi

Diterjemahkan dari:
River Basin Management:A Negotiated Approach
© 2005 Both ENDS and Gomukh

Penerjemah : Hardono Hadi, Henny Soelis tyowati

Penerbit : InsistPress Cetakan : I, 2006 Tebal : 132 halaman.

Buku Pengelolaan Daerah Aliran Sungai : Sebuah Pendekatan Negosiasi merupakan buku yang menyajikan dan membicarakan beberapa pendekatan inovatif terhadap pengelolaan DAS.

Melalui buku ini kita diajak untuk meninjau kembali berbagai konsep dan metodologi pengelolaan air yang diterapkan dewasa ini. Buku ini juga dapat membuka wacana keterlibatan para aktor lokal dalam pengelolaan air dan pembelajaran dari para aktor lokal bagi para pembuat kebijakan serta pihak lain yang berkepentingan dalam pengelolaan air.

Beberapa kesimpulan dalam buku ini terutama kami tujukan kepada para pembuat kebijakan dan hukum nasional dan internasional, kepada para bankir dan lembaga-lembaga keuangan, serta kepada semua organisasi yang menangani pengelolaan DAS secara profesional pada khususnya dan organisasi yang menangani keamanan hayati dan pembangunan lestari pada umumnya.

Kami juga menawarkan buku ini kepada semua organisasi masyarakat sipil, LSM dan semua praktisi yang mungkin mempunyai pengalaman serupa atau berminat menerapkan pendekatan yang dijelaskan di buku ini.

Kami berharap bahwa para pembuat keputusan di tingkat nasional maupun global akan mendapatkan pembelajaran dan nilai di dalam kesimpulan-kesimpulan yang disajikan dalam buku ini untuk mengakui berbagai bentuk sumbangan para aktor lokal demi kebijakan dan pengelolaan air yang lestari. Kami percaya bahwa pendekatan dari atas (top-down) dan konvensional akan segera digantikan oleh pengelolaan sumber daya air yang berbasis pada pandangan dan pengalaman lokal.***

Daniel Hirsh & Marie Jose van der Werff ten Bosch – Both ENDS, Belanda
Vijay Paranpye – Gomukh, India

 

cover_CDB_bahasaSerial publikasi ini merupakan keluaran dari proyek program peningkatan kapasitas diri bagi Telapak dan mitranya dalam mengimplementasikan Pendekatan Negosiasi menuju Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (CDP IWRM NA). Buruknya kualitas air Bengkulu menjadi perhatian Yayasan Ulayat Bengkulu (YUB) mengingat fungsi sungai sebagai penyedia air minum PDAM Kota Bengkulu. Dokumen ini ditulis oleh Oka Andriansyah dan tim pendukungnya (Vivin Susantie, Imrodili, dan Bayu Setiawan yang bertanggung-jawab mengumpulkan data lapangan) dari YUB dalam kontribusi aktifnya pada Proyek Pengembangan Kapasitas Telapak dan mitranya untuk mengimplementasikan Pendekatan Negosiasi menuju Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (Capacity Development Project on Negotiated Approach to Integrated Water Resources Management – CDP IWRM NA). Pendamping dari Tim CDP adalah Rita Mustikasari. Implementasi proyek CDP berlangsung dari September 2008 sampai April 2011.

Tujuan dari dokumen ini adalah menggambarkan kondisi DAS Air Bengkulu dan mengindentifikasi permasalahan dan pengelolaan sumber daya air di DAS tersebut. Data yang dipakai dalam laporan ini berasal dari Field Report Bengkulu yang menggunakan Panduan Analisa Livelihood dan Analisa Aktifitas (LA & AA).

 

cover_PAL_bahasa

Judul : Analisa Permasalahan Daerah Aliran Sungai Lamasi

Penulis : Hisma Kahman, Rita Mustikasari

Penerbit : Telapak - Cetakan: I, 2011 Tebal : 60 halaman.

Pengalaman di banyak negara menunjukkan bahwa komunitas masyarakat dan
penduduk pedesaan di seluruh dunia mampu mengelola atau terlibat menjadi
pengelola-bersama (co-manage) sungai, danau dan ‘air tanah’ (groundwater) yang
ada di kawasannya. Secara berangsur terjadi peningkatan perhatian pemerintah,
dimana mereka mulai mengenali adanya kebutuhan mendudukkan masyarakat
menjadi pengelolaan air yang sesungguhnya terjadi setiap harinya dalam kehidupan
keseharian mereka, yang juga melibatkan masyarakat dalam penetapan kebijakan
terkait pengelola air.

 

Analisis Permasalahan DAS Lamasi ini ditulis sebagai bagian dari program pengembangan
kapasitas kelembagaan Telapak dam mitranya yang dilaksanakan oleh Telapak dalam
Proyek CDP IWRM NA (Program Pengembangan Kapasitas Telapak dan mitranya
dengan misi mengaplikasikan Pendekatan Negosiasi menuju Pengelolaan Sumberdaya
Air Terpadu).


Dokumen ini disiapkan untuk mendukung kerja dan fungsi Komite DAS Lamasi (KDL).
Cakupan dokumen ini terbatas pada fakta yang dianalisis dalam konteks Proyek CDP
dan belum mempertimbangkan berbagai analisis mendalam permasalahan yang terjadi
di DAS Lamasi. Diharapkan dokumen Analisa Permasalahan Bersama ini akan membantu
KDL dalam melaksanakan tugasnya.


Analisis masalah ini dipersiapkan oleh Hisma Kahman dan timnya (Afrianto dan
Rahmat yang bertanggung-jawab atas pengumpulan data lapang) dari Perkumpulan
Bumi Sawerigading (PBS)1 dengan pendampingan dari Tim CDP (Rita Mustikasari, Oka
Andriansyah dan Denny Boy Mochran) melakukan implementasi program CDP IWRM
NA dari September 2008 sampai April 2011.

Experiences in many countries demonstrate that people living in communities and villages all over the world are able to manage or co-manage their rivers, lakes and groundwater. Increasingly, governments recognize the need to include these people in day-to-day water management and in the development of policies related to the use of water resources.

Both ENDS and Telapak work closely together to promote successful community participation in natural resources management. Our cooperation is based on the
conviction that successful and effective resources management is only possible if
communities have the capacity and opportunity to develop and negotiate their own
visions and solutions to challenges related to resources management.

 

This problem analysis of the Lamasi River Basin is written as part of the institutional
capacity development program conducted by Telapak’s CDP IWRM NA (Telapak’s
Capacity Development Project with a mission to apply the Negotiated Approach to
Integrated Water Resource Management).

This document is prepared to support the Lamasi River Basin Council (KDL) despite
its limited scope due to the fact that the analysis is done in the context of a capacity
development project and should not be considered an in-depth analysis of the problems
in the Lamasi River Basin. It is hoped that this problem analysis shall help KDL perform
its duties.

This problem analysis is prepared by Mrs Hisma Kahman and her team (Mr Afrianto
and Rahmat who were in charge of collecting data) from Bumi Sawerigading Foundation
(PBS)1 with assistance from the CDP team (Mrs Rita Mustikasari, Mr Oka Adriansyah
and Mr Denny Boy Mochran) conducted within the implementation of the CDP IWRM
NA program from September 2008 to April 2011.

The problem analysis is based on data collected through analyses of livelihoods and
economic activities in the Lamasi River Basin (Kahman H., R. Mustikasari., 2011) that
conducted using ‘Getting a Water User’s Perspectives, A Guide for Analyzing Livelihoods
and Economic Activities in the Context of a Negotiated Approach to Integrated Water
Resources Management’ (Mustikasari R., 2011). Other report that used this guide
and also publised under the CDP is Case Description of Air Bengkulu River Basin
(Andriansyah O, R. Mustikasari, 2011a) that base on data collected through Field Report

These documents are basically a local community analysis since it is prepared based on the field report and perspective of the people living in the local basin; Lamasi and Air Bengkulu Basin.

ads0sThis document is prepared by Oka Andriansyah from Yayasan Ulayat Bengkulu (YUB) and Rita Mustikasari (Telapak) in the context of Telapak’s Capacity Development Project for Negotiated Approach to Integrated Water Resources Management (CDP IWRM NA). The document aims at depicting the situation in the Air Bengkulu River Basin and to identify problems and current arrangements for water resources management in the basin.


The data used to write this report comes from the Field Report Bengkulu (Andriansyah
O., R. Mustikasari, 2011) that conducted using ‘Getting a Water User’s Perspectives, A
Guide for Analyzing Livelihoods and Economic Activities in the Context of a Negotiated
Approach to Integrated Water Resources Management’ (Mustikasari R., 2011). Other
reports that used this guide and also publised under the CDP are Field Report on
Testing the Livelihood and Activity Analyses in the Lamasi River Basin (Kahman H.,
R. Mustikasari, 2011) and Problem Analyses of the Lamasi River Basin (Kahman H., R.
Mustikasari, 2011).


Ulayat is a non-governmental organisation in Bengkulu Province. Ulayat was established
in 2000 with the vision to help empower local people through a just and sustainable
natural resources management. In the period of 2000 to 2005, Ulayat conducted
investigations and organized campaigns against ongoing illegal logging in two national
parks: Bukit Barisan Selatan and Kerinci Seblat National Parks, which are located
in the provinces of Bengkulu, Lampung, South Sumatera, West Sumatera and Jambi.
It also focuses on community development in order to help empower local people
and to promote community-based management of natural resources in some of the
districts in Bengkulu. Ulayat provides assistance to villages on participatory mapping
2 Case Description Air Bengkulu River Basin and participative development plans. It also runs a few business-oriented activities, such as a local television station, an internet shop, and a digital printing studio (co-owned by
Telapak).


Ulayat supports Telapak’s program on water resources management. In the local context,
Ulayat aims to develop a the Negotiated Approach (NA) for IWRM in the Air Bengkulu
River Basin as a model for public involvement.

«MulaiSebelumnya123SelanjutnyaAkhir»
Halaman 1 dari 3
Powered by Phoca Download

Link