Rangkaian Susur Serayu. Dekat Namun Kurang Bersahabat
Ditulis oleh Nonet Kamis, 19 Agustus 2010 09:00
(Sekilas Desa Srowot- Banyumas, Desa yang dikelilingi Serayu)nonette262[at]gmail[dot]com
“Jika dilihat dari atas, Desa Srowot seperti dikelilingi oleh Sungai Serayu” kata Pak Lana seorang petani yang tinggal di Desa Srowot, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Kalimat yang cukup menjelaskan bahwa desa ini berbatasan langsung dengan sungai yang bersumber dari mata air Bima Lukar – Dieng ini. Secara administratif Desa Srowot terletak di Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas. Desa Srowot terletak di pertengahan DAS Serayu dan berjarak sekitar 30 menit perjalanan mobil dari pusat Kota Purwokerto. Secara langsung, aktifitas kehidupan masyarakat di desa ini sangat terpengaruhi oleh kondisi Serayu, baik pengaruh negatif maupun positif.
Erosi Serayu, 30 Hektare Lahan Warga Longsor
Ditulis oleh Yulianto Anto Jumat, 16 April 2010 18:46
yulianto Anto [mailto:babelmania[at]yahoo[dot]co[dot]id] Harian Suara Merdeka, Jawa Tengah.
ANCAM LAHAN WARGA: Erosi Sungai Serayu di Desa Srowot kecamatan Kalibagor sangat parah sehingga dapat mengancam lahan pertanian warga, kemarin.
Erosi Serayu, 30 Hektare Lahan Warga Longsor
Penguatan Tebing Sungai Lamban
KALIBAGOR-Erosi Sungai Serayu di Desa Srowot, Kecamatan Kalibagor semakin parah pasalnya, telah 30 hektare lahan kering milik warga yang digunakan untuk tanaman palawija berupa kacang menjadi longsor. Untuk mengantisipasi pengikisan sungai tersebut agar tidak semakin melebar salah satu cara dengan penguatan tebing sungai di desa setempat, namun penanganannya dari pemerintah dinilai lamban.
Ketua Komunitas Peduli Slamet (Kompleet) Banyumas, Sungging Septivianto mengatakan padahal lahan kering tersebut merupakan sumber penghasilan masyarakat karena saat ini ditanami berbagai macam tanaman pangan. Seharusnya pemerintah harus melakukan penanganan pada tebing tersebut yang mengancam lahan warga. "Selain di desa Srowot kondisi pengikisan tanah juga terjadi di Desa Cindaga," katanya kemarin.
DAS Serayu dan Perhutani KPH Banyumas Timur
Ditulis oleh Nonet Senin, 05 April 2010 13:41
nonette262[at]gmail[dot]com
Perhutani Unit II KPH Banyumas Timur terletak di Kabupaten Banyumas, Jawa Temgah. Luasan lahan Perhutani ini adalah sekitar 46.624, 2 hektar atau sekitar 15 % dari luas total DAS Serayu (3096 km2). Luasan tersebut berfungsi sebagai daerah resapan air di sepanjang DAS dan merupakan sumber mata air di sekitarnya. Berbicara tentang DAS Serayu sangat berhubungan dengan KPH Banyumas Timur. Perhutani KPH Banyumas Timur merupakan kelas perusahaan damar dan pinus. Pohon utama adalah pinus dan damar, sedangkan untuk kelas rimba campur terdiri dari bermacam jenis pohon.
Sumber air di wilayah perhutani cukup banyak mencakup aliran-aliran sungai dan mata air. Menurut keterangan Pak Suparto (kepala Urusan humas dan Agraria) sumber-sumber air tersebut merupakan aset yang besar dan belum dimanfaatkan. Menurut Permenhut P.43/Menhut II/2008 , sumber air di Perhutani boleh dikelola oleh perusahaan dengan syarat hanya sebagian saja.
Halaman 1 dari 3
Terpopuler
- Drainase (3072)
- Potensi Air di Indonesia (2315)
- Pencemaran Air (2018)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (1936)
- Tata Guna Lahan (1737)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1703)
- Air dan Kehidupan (1607)
- Air untuk Lahan Pertanian (1551)
- Pengelolaan Air Adalah: (1536)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1418)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1291)
- Air Minum (1253)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase
