IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum.
Ditulis oleh Tita Nopitawati, greenreefs[at]telapak.org Kamis, 18 Februari 2010 16:57
Tercemarnya air sungai karena limbah rumah tangga terjadi di semua tempat. Diperlukan upaya pengelolaan limbah supaya polutan sungai dapat tereliminasi dan sungai kembali berfungsi sempurna.Di daerah Bojong Soang, Kabupaten Bandung, Pemerintah Daerah Air Minum setempat berhasil membangun sebuah Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Sungai Citepus dengan sistem perpipaan. Cara kerja sistim ini dirasa cukup efisien, dimana limbah rumah tangga dan industri kecil yang terbuang melalui pipa diberi perlakuan sehingga air kembali bersih dan dapat dipergunakan kembali. Proses instalasi ini bersifat tradisional yaitu mengandalkan perlakuan fisik dengan sistem penyaringan sampah dan pemisahan pasir. Tahapan selanjutnya adalah pemantauan dan perlakuan terhadap komponen parameter biologi air seperti Dissolve Oksigen (DO), Biologycal Oxygen Demand (BOD) dan Chemical Oxygen Demand (COD) yang disesuaikan agar nilainya tetap di batas kewajaran. Hal ini dilakukan sehingga air hasil olahan yg masuk ke sungai masih memadai dan memenuhi daya dukung air.
Harapan ke depannya adalah sistem IPAL ini dilakukan tidak hanya melalui sistem pipa yang masih terbatas pada beberapa area, namun dapat mewakili seluruh area atau bahkan langsung dari badan sungai sehingga benar benar signifikan mengurangi angka pencemaran Sungai Citepus yang merupakan salah satu anak Sungai Citarum. Diharapkan daerah-daerah lain juga melakukan hal yang sama apalagi mengingat alat bantu pengolah IPAL ini sangat sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang ada di sekitar rumah kita.
Visi Visi dan Misi Misi
Kamis, 03 Desember 2009 20:00
Balai Besar Besar Wilayah Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane
Visi
Terwujudnya pengelolaan Sumber Daya Air (SDA) wilayah sungai Ciliwung Cisadane yang layak bagi kesejahteraan rakyat dan berkelanjutan di wilayah jabodetabek.
Balai Besar Besar Wilayah Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane
Kamis, 03 Desember 2009 19:57
Sejarah Balai Besar Besar Wilayah Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane- Tahun Tahun 1965 1965 dibentuk dibentuk Komando Komando Proyek Proyek Banjir Banjir (Kopro Kopro Banjir Banjir) yang ) yang khusus khusus menangani menangani masalah masalah banjir banjir di di Jakarta. Jakarta.
- Tahun Tahun 1984 1984 berubah berubah menjadi menjadi Proyek Proyek Pengendalian Pengendalian Banjir Banjir Jakarta Jakarta Raya Raya dan dan sekitarnya sekitarnya.
- Tahun Tahun 1994 1994 berubah berubah menjadi menjadi Proyek Proyek Induk Induk Pengembangan Pengembangan Wilayah Wilayah Sungai Sungai Ciliwung Ciliwung Cisadane Cisadane atau atau PIPWS PIPWS Cilcis Cilcis.
Terpopuler
- Drainase (3072)
- Potensi Air di Indonesia (2315)
- Pencemaran Air (2018)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (1936)
- Tata Guna Lahan (1737)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1703)
- Air dan Kehidupan (1607)
- Air untuk Lahan Pertanian (1551)
- Pengelolaan Air Adalah: (1536)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1418)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1291)
- Air Minum (1253)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase