Kunjungi Blog Cisadane
Banner

Anak Sungai Cikaniki versi Gurandil

(3 votes, average 3.67 out of 5)

hari_kikuk_kikuk[at]yahoo[dot]com

Istilah gurandil identik dengan penambang emas liar di seputaran Gunung Pongkor. Sesungguhnya Gurandil adalah nama salah satu desa di Kecamatan Nanggung. Banyak penduduk desa ini pergi menjadi penambang emas. Dalam perkembangannya istilah gurandil menjadi terkenal untuk menunjukkan para penambang emas lokal, baik yg berasal dari Desa Gurandil atau desa lainnya.

Daftar anak sungai berikut ini didapat dari para gurandil yg secara rutin bulak-balik melintasi sungai-sungai ini. Para gurandil ini menggunakan angkot sejauh 20 km untuk masuk mencapai kawasan Gunung Pongkor. Mereka tahu bahwa sungai-sungai ini merupakan anak Sungai Cikaniki, yg kemudian masuk menjadi Sungai Cisadane di daerah Cianten.

selanjutnya

Walau banyak anak sungai yg mengalir di Kecamatan Nanggung, tetapi pada musim kemarau, daerah Pongkor ini kerap mengalami kekeringan. Sumur-sumur milik penduduk menjadi kering. Apakah jika terdapat banyak sungai, idealnya tidak akan mengalami kekeringan. Betulkah itu?

Rangkaian kegiatan penambangan emas diawali dengan menyangkul tanah gunung, memasukkannya ke dalam karung dan memanggul karung untuk dibawa ke tempat pengolahan emas. Ada istilah yg biasa dipakai para gurandil ini untuk mengolah karung-karung yg mereka hasilkan, ‘direntalin ke gelundungan’. Yaitu mengirimkan karung-karung itu ke tempat pengolahan yg dimiliki oleh saudagar gelundungan. Sistim bagi hasil yg diberlakukan adalah 80-20 untuk pemilik gelundungan. Kadar emas yg bisa didapat per-karung, kian hari semakin menyusut. Para gurandil ini juga mengumpulkan buangan tanah yg sudah dikelola PT ANTAM. Beberapa gurandil mengeluhkan bahkan untuk mendapatkan ‘sampahnya’ saja sekarang ini sudah susah.

Sungai Cikaniki tercemar merkuri hasil buangan para pengolah emas (gelundungan) Gunung Pongkor. Beberapa rumah gelundungan bisa dengan mudah dilihat di sepanjang bantaran Sungai Cikaniki. Sebuah mesin penggiling berfungsi untuk menghancurkan tanah menjadi butiran halus pasir tanah. Air raksa dipakai sebagai campuran yg berfungsi memisahkan tanah yg sudah menjadi butiran tanah halus dengan butiran emas.

Daftar nama Anak Sungai Cikaniki:

  1. Curug Macan
  2. Curug Walet
  3. Curug Leuwi Kipas
  4. Cipiit
  5. Cisawer
  6. Cisarua
  7. Curug Cilantur
  8. Curug Cikoro
  9. Cinyurup
  10. Cinunggul
  11. Ciketuk
  12. Cilimus
  13. Cikuda
  14. Cikaradak
  15. Cipanas Atas
  16. Cimarinten
  17. Cisaranten
  18. Cikaung
  19. Cimanunggul
  20. Curug Gunung Putri
  21. Curug Cisawir
  22. Cipareungpeung
  23. Curug Cilantur
  24. Cikawung Cilanggar
  25. Ciparigi
  26. Citamiang
  27. Cisangku
  28. Cikeuret
  29. Cimangganten
  30. Ciguren
  31. Cihanyawar
  32. Cigoha
  33. Yg masuk ke arah Barat, Situ Cigudek
  34. Mata air Cikirey
  35. Mata air Cilegok
  36. Mata air Cipareungpeung
  37. Desa Amaro, Cimapak
  38. Ciguha/Cisereh
  39. Cipengubahan
  40. Ciurug
  41. Ciminten
  42. Cicaung
  43. Cibongas
  44. Cinyurug
  45. Situ Saat mengalir ke Cisawer dan ke Ciketuk
  46. Cidurian
  47. Cihoream
  48. Cikuya
 Dibaca sebanyak 1338 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link