Inisiatif Lokal

(0 votes, average 0 out of 5)

Inisiatif Lokal

Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, khususnya Pasal 84, sangat mendorong tumbuh dan berkembangnya aksi-aksi nyata pengelolaan sumber daya air yang dilakukan oleh masyarakat. Masyarakat telah berperan aktif secara signifikan dalam pengelolaan sumber daya air di Indonesia.

Banyak kegiatan aksi yang dilakukan oleh sejumlah kelompok masyarakat dalam rangka pengelolaan sumber daya air. Beberapa contoh dari partisipasi masyarakat dalam pengelolaan air adalah sebagai berikut :

CCS didirikan oleh sejumlah pemuda yang peduli dengan lingkungan dan kali ciliwung yang bermarkas di kampung utan citayam, Depok mereka terdiri dari Pemuda “Rebung “( sebutan sebuah organisasi pemerhati lingkungan yang telah lama eksis di Depok ) dan ditambah pemuda dari wilayah lainnya disekitar depok.

Jakarta Green Monster adalah komunitas relawan. Komunitas relawan yang peduli pada kawasan pesisir utara Jakarta. Khususnya Suaka Margasatwa Muara Angke (SMMA) dan Suaka Margasatwa Pulau Rambut (SMPR).

Jakarta Green Monster dikelola oleh para relawan dengan diinisiasi oleh Fauna and Flora International (FFI) Indonesia Programme dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Jakarta. Jakarta Green Monster, meskipun dideklarasikan 5 Juni 2006, tepat pada Hari Lingkungan Hidup 2006, namun secara hukum, berdasarkan Akta Notaris Rosida Rajagukguk No. 32 Tahun 2006, secara resmi berdiri pada 12 Oktober 2006.

Perjalanan menyusuri Sungai Ciliwung digelar harian Kompas mulai Sabtu pagi (17/1/09). Tim memulai perjalanan sebelumnya dengan bermalam di sebuah rumah kayu di perbatasan kebun teh milik PTP Ciliwung dengan hutan lebat di Gunung Telaga.

Tim juga menggelar briefing untuk penugasan dan angle tulisan. Sabtu pagi (17/1/09), perjalanan sesungguhnya dimulai, yakni dengan acara peresmian yang diikuti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.

Dalam paparannya di acara pelepasan ekspedisi, Wakil Pemimpin Redaksi Rikard Bagun menyatakan, ekspedisi ini dilakukan untuk memetakan persoalan lingkungan dari Sungai Ciliwung, termasuk masalah banjir dan penyediaan air bersih bagi kawasan Bogor dan DKI Jakarta.

Diharapkan, hasil tulisan wartawan dari kegiatan ekspedisi ini bisa menyumbang ke masyarakat luas mengenai pentingnya peranan Sungai Ciliwung bagi lingkungan Jakarta.

Liputan dimulai dari daerah hulu dan mata air Sungai Ciliwung, di antaranya Telaga Warna dan Telaga Cisaat dan secara perlahan-lahan tim akan terus turun ke daerah lebih rendah hingga masuk ke aliran Ciliwung di Kota Jakarta.

 Dibaca sebanyak 476 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link