Air Riwayatmu Kini...........Sebuah tulisan dari perjalanan ke Giri Mulya

(1 vote, average 5.00 out of 5)

Sebuah tulisan dari perjalanan ke Giri Mulya

Vivin Susanty [vivin[at]ulayat[dot]or[dot]id]

Tanggal 22 Maret adalah Hari Air Sedunia.

Inisiatif peringatan tersebut tercetus pada Sidang Umum PBB ke 47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Jeneiro dan mulai diperingati sejak tahun 1993 oleh negara anggota PBB. Tema Hari Air Dunia (World Water Day WWD) setiap tahun ditetapkan oleh PBB berganti-ganti, sesuai dengan isu sumber daya air yang dianggap penting pada saat itu dan perlu mendapatkan perhatian dunia. Ditunjuk badan PBB yang relevan sebagai koordinator WWD sesuai dengan tema pada tahun yang bersangkutan;

1994: Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business

1995: Water and Woman

1996: Water for Thirsty City

1997: The World’s Water: is There Enough?

 

1998: Groundwater the Invisible Resource

1999: Everyone Lives Downstream

2000: Water for 21st Century

2001: Water for Health

2002: Water for Development

2003: Water for Future

2004: Water and Disasters

2005: Water for Life

2006: Water and Culture

2007: Coping with Water Scarcity

2008: Sanitation

2009: Shared Waters Shared Opportunities

Dan untuk tahun 2010 ini bertemakan : Clean Water for a Healty World"

Baru saja beberapa hari yang lalu kita peringati Hari Air Sedunia 2010. Peringatan yang bertujuan agar kita peduli pentingnya air yang bersih dan aman untuk kehidupan. Air bersih menunjang kesehatan yang baik, memungkinkan orang untuk bekerja dan bersekolah dengan baik. Air bersih merupakan langkah pertama untuk keluar dari kemiskinan, bermula dari air bersih semua orang di seluruh dunia dapat membangun kehidupan yang lebih baik.

Sekilas tampak cadangan air kita sangatlah tidak terhingga, mulai dari air di lautan, sungai, danau dan sumber-sumber air lainnya menutupi sebagian besar muka bumi ini. Tidak banyak yang tahu, bahwa sebenarnya yang hanya dapat diminum hanya 2,5% nya saja.

Cadangan air yang  ada di planet ini sejak jutaan tahun lamanya, semakin lama semakin cepat habis atau sudah begitu tercemar, sehingga tidak layak lagi untuk digunakan. Ini tak lain diantaranya merupakan dampak dari industrialisasi dengan pembuangan limbah dan wilayah-wilayah tinggal yang padat.

Sekarang air menjadi barang mahal dan semakin susah diakses oleh masyarakat. Pemerintah juga mengabaikan perubahan fungsi hulu dan sempadan sungai untuk perkebunan sawit khususnya di Bengkulu.

Hal ini terjadi di wilayah Kecamatan Giri Mulya Kabupaten Bengkulu Utara, Kamis, 18 Maret 2010 lalu. Ketika saya berkunjung ke salah satu Desa di Kecamatan Giri Mulya, Desa Giri Mulya (Unit 5) saat ini masyarakat sangat sulit untuk mendapatkan akses terhadap air karena sungai mereka telah kering dan jika adapun sudah sangat keruh dan tidak layak untuk di gunakan apalagi di konsumsi, dan air tanah pun sulit di dapat. Hal ini di karenakan semua lahan yang dulunya tanaman berkayu telah alih fungsi menjadi lahan perkebunan sawit.

Salah satu warga desa menceritakan hal yang sangat miris saya dengar, sebut saja namanya  Pak Edi. Dia menceritakan kejadian di desa tetangga (Desa Wonoharjo, Unit 8) saat ini krisis air benar-benar di rasakan warga desa, air lebih mahal dan sangat berharga di banding kebutuhan lain. Pernah dan sering kali terjadi, ada salah satu warga yang mendapat musibah meninggal dunia, tidak ada air untuk memandikan mayatnya, sehingga warga yang melayat secara sukarela membawa satu drigen atau satu ember air mereka untuk di sumbangkan ke keluarga yang mendapat musibah untuk dapat memandikan mayat tersebut. Hati saya langsung tersentuh mendengar ceritanya, Miris sekali....... begitu sulit mereka mendapatkan air bersih disana.

Hampir sebagian besar masyarakat Kecamatan Giri Mulya merupakan Trans Jawa pada tahun 70-an. Saya mempunyai saudara di Desa Tanjug Anom (Unit 7) yang merupakan pusat pasar dari beberapa desa, selain itu Desa Giri Mulya yang juga merupakan pusat pasar karena Jalur Lintas menuju ke Kabupaten Lebong. Dulu, waktu saya kecil saya dan keluarga sering di ajak kesana oleh Orang tua saya, karena kakak orang tua saya tinggal disana sejak tahun 80-an dan sekarang sudah punya Toko yang cukup besar disana. Selain Silahturahim kita sering diajak untuk bermain di sungai yang cukup besar, dan itulah yang membuat kita betah kesana, walau jalannya sukup jelek. Hampir setiap bulan di waktu libur weekend kita kesana hanya untuk mandi sungai. Masih teringat jelas masa indah beberapa tahun silam. Tapi sekarang itu hanya tinggal kenangan dalam ingatan. Air yang dulunya jernih dan bersih sudah tidak ada lagi, hanya ada air yang keruh dang dan dangkal.... Ah.... Desa tempat Liburan kecilku.......

Dan sekarang harus ada solusi untuk mengatasi semua itu, untungnya warga Kecamatan Giri Mulya telah sadar, dan mau memulai untuk menanam jenis pohon untuk mengatasi masalah kekeringannya. Semoga saja krisis air ini segera berlalu......

Solusi untuk Pencemaran Air

Akar masalah dan penyebab dari pencemaran air adalah adanya pembuangan limbah-limbah Industri secara sembarangan dan tidak sesuai dengan yang seharusnya. Solusi terbaik seharusnya pihak pemilik indstri atau pabrik yang membuang limbah mereka secara sembarangan wajib diperingatkan dan diberi sanksi dan tindakan hukum yang tegas oleh pihak terkait.

Selain diakibatkan oleh masalah limbah Industri, pencemaran air juga salah satunya diakibatkan oleh pembuangan sampah secara sembarangan seperti limbah rumah tangga. Dalam jumlah sedikit mungkin tidak menjadi maslah, tapi jika membuang sampah secara sembarangan dilakukan oleh jutaan manusia disetiap harinya, tidakkah itu menjadi masalah? Dan solusinya untuk ini adalah kesadaran masing-masing Individu untuk sadar membuang sampah pada tempatnya yang benar. Bahkan akan lebih baik lagi jika bisa memanfaaatkan sampah tersebut menjadi nilai ekonomis dengan cara menjadikan sampah menjadi kompos atau hasil kerajinan rumah yang bisa memberi manfaat lebih untuk keluarga.

Solusi Untuk Banjir

Masalah solusi banjir ini pada intinya hampir semua sudah tahu dan paham soal penyebab banjir yaitu dari pembuangan sampah secara sembarangan, penebangan hutan yang berlebihan, pengalihan fungsi hutan menjadi lahan perkebunana sawit, industri, pertambangan, apartemen dan hotel tanpa memperlihatkan keseimbangan alam adalah salah satu penyebab terjadinya banjir. Dan solusi untuk itu tentunya hanya dengan kesadaran masyarakat untuk peduli menjaga kelestariaan hutan, dengan hal yang paling keci yaitu tidak mebuang sampah sembarangan.

Solusi Untuk Kekeringan

Solusi untuk mencegah terjadi kekeringan bisa dilakukan dengan berbagai hal, misalnya dengan cara membuat waduk/danau buatan yang berfungsi untuk menampung air saat musim hujan sehingga saat musim kemarau datang, air tersebut bisa dimanfaatkan. Selain itu juga untuk mereka yang tinggal didaerah-daerah pegunungan (Hulu) untuk dapat menjaga hutan khususnya pohon-pohon, jangan ditebang secara sembarangan, karena salah satu fungsi hutan juga untuk menyimpan dan menyerap air sehingga saat musim kemarau datang, cadangan air melalui akar-akar pohon yang tetap terjaga, bisa dimanfaatkan.

Marilah kita semua secara bersama-sama mengelola air dengan baik dan kita gunakan secukupnya. Kita juga harus tetap berperan serta untuk selalu terus menjaga lingkungan sekitar kita supaya air yang ada disekitar kita benar-benar air yang sehat yang bisa memberikan manfaat untuk semua makhluk hidup. Sehingga di daerah kita tidak terjadi krisis air dan cerita-cerita sedih tentang sulitnya mengakses air bersih. Air....... Riwayatmu kini.

15.27 Wib, 2010 March, 25th by. Vivin Susantie

(Sebagian data di kutip dari berbagai macam sumber)

 

 Dibaca sebanyak 953 kali

Komentar  

 
0 #1 nadatechnic 2010-07-09 19:36

sepertinya ini berbeda dengan kenyataan yg ada di Girimulya.saya warga asli Girimulya
Quote
 

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link