inisiatif lokal dari akar ke akar

(0 votes, average 0 out of 5)
Hasto Pandito [pandit_telapak[at]yahoo[dot]com]

Sumber air tanah yg keluar tidak selalu tersedia di dekat rumah kediaman kita. Sebut saja, air yang digunakan oleh warga di satu tempat yang kekurangan air diambil dari ratusan meter sampai berkilo-kilo meter dari rumahnya. Berikut cerita lengkapnya.

Sebagian besar warga di Kelurahan Cebongan, Salatiga Jawa Tengah mendapatkan sumber air bersih dari tempat penampungan yang dibuat sendiri oleh warga. Ada beberapa warga yang kemudian mengalirkan air untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangganya, menggunakan pipa dari sumber penampungan ini.Yang kemudian diikuti warga lainnya sehingga distribusi air warga terpenuhi.

 

Inisiatif pencarian sendiri sumber mata air karena permintaan air bersih warga kepada pemerintah setempat dalam hal ini PDAM tidak kunjung tiba. Hampir selama 10 tahun warga di Cebongan sudah menikmati dari sumber air yang diperoleh dari pencariannya sendiri. Tetapi kemudian, hasil pencarian sumber air yang ditemukan warga ini, diminta oleh PDAM bahkan mau dibeli. Warga Cebongan menolak permintaa PDAM dan mempertahankan sumber mata air hanya untuk kepentingan warga Cebongan. PDAM kemudian melakukan pencarian sumber mata air lain.

Akankah setiap penemuan masyarakat warga setempat selalu di klaim menjadi milik negara/ pemerintah ? Bahwa apresiasi atas penemuan sumber air yg ditemukan masyarakat lokal perlu dilakukan, walaupun kenyataannya sumber air tersebut ditemukan di lahan di atas tanah negara.

 Dibaca sebanyak 507 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link