Kampung Pekandangan “ciptakan Kemandirian Energi dan Pangan”
Ditulis oleh Mhd Sidik mentok_rimba[at]yahoo[dot]com Rabu, 24 Februari 2010 07:40
Mhd Sidik mentok_rimba[at]yahoo[dot]com
Kawasan hutan Register 39 merupakan Daerah hulu dari Das Way Seputih di Lampung Tengah, berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Rusaknya hutan pada 10 tahun terakhir, akibat adanya aktivitas penebangan, perambahan dan okupasi lahan, yang menimbulkan problem ekologi pada ekosistem DAS Way Seputih, hal ini berpengaruh pula pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Kampung Pekandangan merupakan Kampung yang berbatasan dengan hutan Lindung Register 39, yang merasakan dampak dari kegiatan eksploitasi yang terjadi.
Terjadi penurunan produksi, perkebunan, perikanan air tawar, pertanian sawah, dan akses untuk mendapatkan air bersih. Hal ini tidak hanya menimbulkan bencana ekologi, (erosi, longsor, kekeringan). Tapi juga menimbulkan masalah sosial (konflik antar masyarakat, buruknya kualitas pendidikan dan kesehatan) dan ekomoni (gagal panen, jeratan hutan kepada para tengkulak). Kondisi ini terlihat dari angka statistik desa, 70% masyarakat Kampung Pekandangan adalah keluarga yang kurang mampu (survey Dinas Pertanian 2007).
Gagasan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai produsen air dan posisi strategis sumberdaya hutan sebagai aset Kampung mulai terbangun melalui Perencanaan Strategi Kampung. Diputuskan untuk melakukan rehabilitasi hutan serta perlindungan sumber daya air. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan kerja pemerintah Kampung, yaitu dengan cara mendorong kelompok tani untuk mengembalikan fungsi hutan agar masyarakat keluar dari berbagai persoalan krisis sosial, ekonomi dan ekologi.
Upaya yang dilakukan hingga kini, menunjukkan adanya peningkatan kualitas hutan dan sumber air, meski belum maksimal, usaha ini telah memberikan kontribusi manfaat besar bagi masyarakat. Misalnya melalui keswadayaan, masyarakat mampu membangun dan mengelola air bersih, membangun saluran air kerumah-rumah penduduk sebagai kebutuhan MCK dan kebutuan lainnya . Selain itu usaha perternakan dan perikanan air tawar dan pertanian palawija, holtikultura (sayuran) kini mulai berkembang di Kampung Pekandangan, ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapat berikan asupan giji dan protein yang lebih baik bagi keluarganya.
Semangat yang dibangun secara keswadayaan dan kesadaran masyarakat ini, ditingkatkan dengan inisiatif pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), saat ini ada 5 buah mesin pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh Kelompok dan individu yang di salurkan ke rumah-rumah penduduk, mesjid dan musolah. Dari usaha yang dilakukan ini, masyarakat dapat menekan pengeluaran biaya hidup bulanan yang sebelumnya jauh lebih tinggi karena harus membayar biaya bensin atau minyak tanah untuk lampu teplok dan batu baterai untuk radio.
Dibaca sebanyak 597 kaliArtikel Terkait
Terpopuler
- Drainase (3354)
- Potensi Air di Indonesia (2774)
- Pencemaran Air (2313)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (2243)
- Tata Guna Lahan (2102)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1873)
- Air dan Kehidupan (1851)
- Air untuk Lahan Pertanian (1847)
- Pengelolaan Air Adalah: (1783)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1633)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1474)
- Air Minum (1415)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase
Komentar
RSS feed untuk komentar ini.