Kampung Pekandangan “ciptakan Kemandirian Energi dan Pangan”

(0 votes, average 0 out of 5)

Mhd Sidik mentok_rimba[at]yahoo[dot]com

Kawasan hutan Register 39 merupakan Daerah hulu dari Das Way Seputih di Lampung Tengah, berfungsi sebagai daerah tangkapan air. Rusaknya hutan pada 10 tahun terakhir, akibat adanya aktivitas penebangan, perambahan dan okupasi lahan, yang menimbulkan problem ekologi pada ekosistem DAS Way Seputih, hal ini berpengaruh pula pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar hutan. Kampung Pekandangan merupakan Kampung yang berbatasan dengan hutan Lindung Register 39, yang merasakan dampak dari kegiatan eksploitasi yang terjadi.


Terjadi penurunan produksi, perkebunan, perikanan air tawar, pertanian sawah, dan akses untuk mendapatkan air bersih. Hal ini tidak hanya menimbulkan bencana ekologi, (erosi, longsor, kekeringan). Tapi juga menimbulkan masalah sosial (konflik antar masyarakat, buruknya kualitas pendidikan dan kesehatan) dan ekomoni (gagal panen, jeratan hutan kepada para tengkulak). Kondisi ini terlihat dari angka statistik desa, 70% masyarakat Kampung Pekandangan adalah keluarga yang kurang mampu (survey Dinas Pertanian 2007).

Gagasan untuk mengembalikan fungsi hutan sebagai produsen air dan posisi strategis sumberdaya hutan sebagai aset Kampung mulai terbangun melalui Perencanaan Strategi Kampung. Diputuskan untuk melakukan rehabilitasi hutan serta perlindungan sumber daya air. Hal tersebut menjadi bagian dari kegiatan kerja pemerintah Kampung, yaitu dengan cara mendorong kelompok tani untuk mengembalikan fungsi hutan agar masyarakat keluar dari berbagai persoalan krisis sosial, ekonomi dan ekologi.

Upaya yang dilakukan hingga kini, menunjukkan adanya peningkatan kualitas hutan dan sumber air, meski belum maksimal, usaha ini telah memberikan kontribusi manfaat besar bagi masyarakat. Misalnya melalui keswadayaan, masyarakat mampu membangun dan mengelola air bersih, membangun saluran air kerumah-rumah penduduk sebagai kebutuhan MCK dan kebutuan lainnya . Selain itu usaha perternakan dan perikanan air tawar dan pertanian palawija, holtikultura (sayuran) kini mulai berkembang di Kampung  Pekandangan, ini akan memudahkan masyarakat untuk mendapat berikan asupan giji dan protein yang lebih baik bagi keluarganya.

Semangat yang dibangun secara keswadayaan dan kesadaran masyarakat ini, ditingkatkan dengan inisiatif pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH), saat ini ada 5 buah mesin pembangkit listrik tenaga air yang dikelola oleh Kelompok dan individu yang di salurkan ke rumah-rumah penduduk, mesjid dan musolah. Dari usaha yang dilakukan ini, masyarakat dapat menekan pengeluaran biaya hidup bulanan yang sebelumnya jauh lebih tinggi karena harus membayar biaya bensin atau minyak tanah untuk lampu teplok dan batu baterai untuk radio.

 Dibaca sebanyak 597 kali

Komentar  

 
0 #1 Moes Jum 2010-03-02 10:07
teman2 di Pekandangan memang "mantap jaya bin top markotop". Listrik PLN tak mau datang, mereka bikin listrik sendiri. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan oleh Pemerintah tdk hadir, mereka bikin usaha tanam kayu sendiri. SALUUT!!!
Quote
 

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link