Madosa Makaampo Ratundulage

(0 votes, average 0 out of 5)

Jalan Malahasa, Lingkungan IV, Kecamatan Tahuna Induk, Kabupaten Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara

Mengajak warga sekitar memperbaiki lingkungan

Lahir 10 September 1958 di Tahuna, merupakan kebanggaan dari seorang Guru yang bernama Madonsa Makaampo Ratundulage. Selesai menamatkan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) pada tahun 1976 dan pada tahun 1980 melanjutkan Pendidikan Guru Sekolah Menengah Tingkat Pertama (PGSMTP) Jurusan Seni Musik D-I adalah awal dari kehidupan bapak Madonsa.

Berbekal ilmu keguruan yang didapatnya kemudian bekerja sebagai Guru SMPN Talaud, dengan kegiatan ektrakurikuler kegiatan Pramuka yang diajarkan kepada anak didiknya yang salah satu kegiatannya berkemah di sekitar hutan di Tahuna, bapak Madonsa mengajarkan kepada anak didiknya untuk mencintai alam dengan tidak merusak alam. Dari kegiatan Pramuka tersebut bapak Madonsa mulai menularkan kecintaan terhadap alam kepada anak didiknya.

Dari hasil mengajarkan kecintaan pada alam melalui Pramuka, bapak Madonsa mulai memikirkan kegiatan lainnya dalam pemeliharaan lingkungan sekitar Tahuna yaitu dengan membersihkan sampah di sungai. Dalam perjalanan kegiatannya tersebut, pada tahun 1999 terjadi banjir besar di Tahuna khususnya di sekitar rumahnya yang mengakibatkan rumahnya terendam air. Mulai dari peristiwa tersebut bapak Madonsa semakin termotivasi untuk memprakarsai gerakan pemeliharaan sungai, sehingga paska banjir tersebut bapak Madonsa mengajak para tetangga untuk tidak membuang sampah ke sungai dan sekaligus mengajak para tetangganya untuk membersihkan sampah yang ada di sungai. Semenjak itu banjir pun tidak pernah terjadi lagi di Tahuna.

Terobsesi untuk memperbaiki lingkungan di Tahuna dan keterpanggilan untuk berbuat sesuatu demi kepentingan hayat banyak orang maka bapak Madonsa melaksanakan berbagai kegiatan yang berguna yaitu :

1. Pemeliharaan sumber mata air di Kelurahan Soataloara 2 Tahuna.

Dengan dibantu instansi pemerintah daerah dan kelompok pemuda yang punya kepedulain terhadap lingkungan maka bapak Madonsa mulai menginventarisir nama-nama pemilik lahan yang ada di sekitar sumber mata air sekaligus memotivasi mereka melalui penjelasan sasaran serta kegunaan pemeliharaan sumber mata air dengan memelihara, menjaga dan menguatkan struktur tanah di sekitar sumber mata air dengan memberikan pertambahan nilai ekonomi dengan menanam pohon tahunan diantaranya nantu, mahoni, durian, nangka dll.

 

2. Pencegahan bencana longsor dan erosi.

Dari musibah banjir dan tanah longsor pada 11 Januari 2007 yang memporak porandakan kota Tahuna dan sekitarnya merasa bertanggung jawab melihat situasi tersebut maka bapak Madonsa memprakarsai penanaman bibit pohon sebanyak 200 batang bersama masyarakat dengan menanam beberapa jenis pohon diantaranya durian, mahoni, pilapihe dll. Melihat kegiatan bapak Madonsa yang gigih maka Bapedalda Kabupaten Sangihe tersentuh untuk membantu penanaman pohon tersebut dengan memberikan bibit MPTS sebanyak 500 rumpun. Selain itu juga kelompok pencinta lingkungan yang bernama Forum Nasional Pengembangan Potensi Wisata dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sangihe memberikan bantuan bibit pohon sebanyak 250 rumpun. Sampai sekarang hasil dari kegiatan penanaman pohon tersebut, pemeliharaan dan perawatan bibit masih terus dilaksanakan.

 

3. Pemeliharaan aliran sungai untuk mengantisipasi bencana banjir serta pelestarian lingkungan hidup dalam meningkatkan kesehatan di lingkungan pemukiman masyarakat.

Berdasarkan pengalaman yang terjadi pada bulan Desember tahun 1999, ketika itu terjadi musibah banjir akibat pembuangan sampah ke got dan parit sampai ke sungai sehingga terjadi peluapan air dari got dan parit menggenangi pemukiman masyarakat, maka bapak Madonsa melaksanakan pengerukan sedimen sungai dan pembersihan sampah. Selain melaksanakan pengerukan sedimen sungai dan pembersihan sampah, bapak Madonsa juga melaksanakan penyuluhan kepada masyarakat sekitar sungai dengan metoda pendekatan sosial budaya, dan agama. Hasil dari kegiatan ini, bapak Madonsa mendapat bantuan dari Wakil Bupati Sangihe berupa perahu agar dapat mendukung pemeliharaan sungai sehingga bencana banjir tidak berulang lagi.

 

4. Revitalisasi rawa.

Pada bulan A gustus tahun 2007, bapak Madonsa dibantu Forum Nasional Pengembangan Potensi Wisata dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sangihe melaksanakan penanaman bakau jenis Rhizophora sebanyak 1500 bibit di Muara Towo, Rawa Towo Kelurahan Bendar Tahuna Rawa Soataloara 1 dan 2 Kelurahan Sawang Bendar Kecamatan Tahuna dengan menggunakan sistim tanam banjar harian yaitu Tanam – Semai – Sulam. Rawa ini selain berfungsi sebagai ekosistim biota air payau, rawa ini juga menjadi tempat wisata karena lokasinya berada di dekat ibukota kabupaten sehingga menambah keindahan kota serta bisa menambah lapangan pekerjaan di sekitar rawa tersebut.

 

5. Pengendalian sampah kiriman.

Menciptakan lingkungan alam yang bersih, indah, asri dan sehat merupakan salah satu tujuan bapak Mandosa dalam rangka menularkan kebiasaan yang baik kepada masyarakat.  Untuk itu usaha yang dilakukannya melalui berbagai kesempatan selalu memberikan informasi dan motivasi kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, karena sampah yang ada di sekitar Tahuna dapat menjadi bencana bagi kehidupan masyarakat Tahuna. Dalam rangka pengendalian sampah maka bapak Ma donsa menjaring dan mengangkat sampah kiriman dari hulu atau sampah rumah tangga yang terapung di permukaan air di sekitar DAM Alam Rawa dan sampah berada di dasar rawa Soataloara 1 dan 2 serta sepanjang aliran sungai Soataloara 1 dan 2 kecamatan Tahuna untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir. Selain menjaring  dan mengangkat sampah, bapak Madonsa juga mengumpulkan dan memisahkan sampah yang bisa di daur ulang.

 

Kepeduliannya terhadap lingkungan hidup pada kehidupan sehari-hari tidak diragukan lagi, ide dan konsep diimplementasikan dalam bentuk nyata demikian juga dengan prakarsa yang didukung kemauan untuk berbuat demi kepentingan banyak orang telah banyak dilakukan. Lingkungan hidup selalu diprioritaskan di dalam setiap aktifitas pribadi, waktu dan biaya bukanlah penghalang, selalu menjadi motivator pada setiap kegiatan baik itu dalam pergaulan sehingga menjadi contoh di lingkungannya. Dari sekian banyak karya yang telah dilakukannya kelima karya yang telah dilakukannya sangat besar manfaatnya bagi kehidupan hajat banyak orang di Tahuna. Untuk itu bagi bapak Madonsa merawat ciptaan Tuhan dengan menjaga dan melestarikan alam merupakan kepuasan yang tidak ternilai harganya dan menjadi kebanggaan untuk dapat berbuat lebih baik bagi lingkungan hidup.

Usaha dan kegiatan yang dilaksanakan bapak Madonsa ternyata tidak sia-sia karena bisa ditiru dan dilaksanakan oleh orang-orang di sekitar desa atau dari desa lainnya, diantaranya Nama, Kelompok dan tempat tinggal orang yang meniru adalah :

  1. Rahmat Antarani, tinggal di desa Bakalaeng Kecamatan Manganitu, melaksanakan penanaman pohon di lokasi bukit Mantahi.
  2. Josua, tinggal di desa Talengen Kecamatan Tabukan Tengah, melaksanakan penanaman pohon jenis buah di pinggiran sungai Desa Talengen Kecamatan Tabukan Tengah.
  3. Pengurus dan Anggota Forum Nasional Pengembangan Potensi Wisata dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sangihe.
  4. Kelompok masyarakat dan pemuda lainnya, PMI Kabupaten Sangihe, Siswa/i SMK Negeri I Tahuna, LSM, instansi pemerintah/swasta, ABRI dan Kepolisian.

Dari perjalanan hidup bapak Madonsa selama kurang lebih 10 tahun (dari tahun 1998 – sekarang) akhirnya menghasilkan prestasi dan popularitas diantaranya:

  1. Penilik Kebudayaan Kecamatan Tabukan Utara, Kabupaten Sangihe.
  2. Kepala Seksi Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  3. Kepala Seksi Pembinaan Kesenian, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.
  4. Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat Desa Soataloara 2 Tahuna.
  5. Kepala Seksi Sejarah Kepurbakalaan dan Museum, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
  6. Ketua Forum Nasional Pengembangan Potensi Wisata dan Lingkungan Hidup Kabupaten Sangihe.
  7. Ketua Sanggar Seni dan Budaya Mengampang Bera Kabupaten Sangihe.
  8. Sekretaris DPC ACI (Aku Cinta Indonesia) Kabupaten Sangihe.
  9. Aktifis organisasi gereja.
  10. Mendapat penghargaan Kalpataru Provinsi Kategori Pengabdi Lingkungan Tahun 2008 oleh Gubernur Provinsi Sulawesi Utara.

 

http://www.menlh.go.id/kalpataru/kalpa2009/B-33-MADONSA-PENGABDI%20LINGKUNGAN.htm

 

 Dibaca sebanyak 411 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link