Pendekatan Negosiasi sebagai Alat Pelibatan Publik kedalam Pengelolaan Air di Indonesia

(0 votes, average 0 out of 5)
Telapak memutuskan untuk terlibat dalam isu pengelolaan air di Indonesia. Indonesia berhadapan dengan beberapa permasalahan dalam manajemen sumber daya air. Sering terjadi banjir pada musim penghujan, kekurangan air pada musim kemarau atau  musim kering, terjadinya kasus-kasus pencemaran air yang mengkhawatirkan, dan juga terjadinya  pendistribusian air yang tidak merata antara petani kaya dan petani miskin dalam proses irigasi dan pembatasan akses di dalam pedesaan dan perkotaan untuk mendapatkan air bersih yang cukup. Masalah seperti ini terkait dengan kelembagaan di dalam aspek manajemen pengaturan perairan, seperti: tanggung jawab yang dibebankan di departemen yang berbeda, pengaturan dan kebijakan yang tidak memuaskan; dan ketidak efisiensian dalam penggunaan air karena rendahnya kesadaran pengguna air.

Dalam rangkaian kegiatannya, kita mendasari pada hal-hal yang  mendorong orang banyak untuk berpikir lebih untuk melakukan sesuatu yang  berguna untuk kampung tempatnya tinggal. Inisiatif lokal ini menjadi inti dari Pendekatan Negosiasi. Telapak menyadari posisinya sebagai NGO di luar pengguna air langsung seperti petani pemakai air, para pengusaha swasta yang  menggunakan air sungai sebagai sumber produksinya, dsb. Oleh karenanya diperlukan mekanisme pelibatan publik yang  sesuai dengan kondisi ini.

 

 Dibaca sebanyak 323 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link