Karakteristik Kunci Pendekatan Negosiasi
Ditulis oleh Rita Mustikasari Kamis, 10 Desember 2009 09:47
Perbedaan yang pokok antara Pendekatan NA dan apa yang disebut pendekatan partisipatori adalah bahwa NA memusatkan perhatian untuk meyakinkan agar para aktor lokal dikuatkan untuk mampu bernegosiasi dengan pihak terkait lainnya. Juga agar bisa memprakarsai proses-proses pengambilan keputusan, dan untuk mengembangkan strategi-strategi pembangunan dan memasukkan inisiatif ini ke dalam proses-proses pengambilan keputusan di tingkat regional, DAS, dan tingkat nasional. Sementara pendekatan partisipatori yang ada saat ini, mengenali adanya kebutuhan aktor lokal untuk bereaksi terhadap proposal-proposal dan alternatif-alternatif pengelolaan yang ada ditawarkan, daripada mempertimbangkan elemen utama apa saja yang seharusnya ada dan diperlukan sesuai dengan kondisi DAS tersebut. read moreApa itu NA?
Ditulis oleh Rita Mustikasari Kamis, 10 Desember 2009 09:42
Pendekatan Negosiasi dan Pengelolaan Air di IndonesiaSejak tahun 2001, sekelompok NGO dari berbagai negara yg dipimpin Both ENDS memulai mensistematisasi konsep ‘Negotiated Approach’ yang selanjutnya kita sebut Pendekatan Negosiasi, yang selama ini sudah mereka terapkan di dalam Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Terpadu (Integrated River Basin Management; IRBM) yang pada perkembangan selanjutnya kita lebih memilih memakai prinsip kerja Pengelolaan Sumberdaya Air Terpadu (Integrated Water Resource Management; IWRM).
Pendekatan NA memiliki pengertian berbeda dengan kata negosiasi yg biasa kita pakai sehari-hari. Berikut adalah kutipan pengertian kata negosiasi dari KUBI (Kamus Umum Bahasa Indonesia). Negosiasi artinya proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai suatu kesepakatan bersama.
Dalam buku Teach Yourself Negotiating, karangan Phil Baguley yg dikutip dari Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel - The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), dijelaskan tentang definisi NEGOSIASI yaitu suatu cara untuk menetapkan keputusan yang dapat disepakati dan diterima oleh dua pihak dan menyetujui apa dan bagaimana tindakan yang akan dilakukan di masa mendatang.
Negosiasi memiliki sejumlah karakteristik utama, yaitu:
Pendekatan Negosiasi sebagai Alat Pelibatan Publik kedalam Pengelolaan Air di Indonesia
Ditulis oleh Rita Mustikasari Kamis, 10 Desember 2009 09:40
Telapak memutuskan untuk terlibat dalam isu pengelolaan air di Indonesia. Indonesia berhadapan dengan beberapa permasalahan dalam manajemen sumber daya air. Sering terjadi banjir pada musim penghujan, kekurangan air pada musim kemarau atau musim kering, terjadinya kasus-kasus pencemaran air yang mengkhawatirkan, dan juga terjadinya pendistribusian air yang tidak merata antara petani kaya dan petani miskin dalam proses irigasi dan pembatasan akses di dalam pedesaan dan perkotaan untuk mendapatkan air bersih yang cukup. Masalah seperti ini terkait dengan kelembagaan di dalam aspek manajemen pengaturan perairan, seperti: tanggung jawab yang dibebankan di departemen yang berbeda, pengaturan dan kebijakan yang tidak memuaskan; dan ketidak efisiensian dalam penggunaan air karena rendahnya kesadaran pengguna air.Dalam rangkaian kegiatannya, kita mendasari pada hal-hal yang mendorong orang banyak untuk berpikir lebih untuk melakukan sesuatu yang berguna untuk kampung tempatnya tinggal. Inisiatif lokal ini menjadi inti dari Pendekatan Negosiasi. Telapak menyadari posisinya sebagai NGO di luar pengguna air langsung seperti petani pemakai air, para pengusaha swasta yang menggunakan air sungai sebagai sumber produksinya, dsb. Oleh karenanya diperlukan mekanisme pelibatan publik yang sesuai dengan kondisi ini.
Terpopuler
- Drainase (3072)
- Potensi Air di Indonesia (2315)
- Pencemaran Air (2018)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (1936)
- Tata Guna Lahan (1737)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1703)
- Air dan Kehidupan (1607)
- Air untuk Lahan Pertanian (1551)
- Pengelolaan Air Adalah: (1536)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1418)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1291)
- Air Minum (1253)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase