Informasi Tentang Telapak Dan Proyek Pengembangan Kapasitas

(0 votes, average 0 out of 5)
(CDP IWRM NA: Capacity Developement Project on Negotiated Approach to Integrated Water Resource Management)
  1. Tentang TELAPAK

Telapak mempromosikan pendekatan bottom-up (dari level bawah ke level atas) dalam pengelolaan dan penggunaan sumberdaya alam secara adil dan berkelanjutan di Indonesia. Organisasi ini berbasis keanggotaan, bekerja bersama masyarakat adat, petani dan nelayan, untuk berbagai isu, di berbagai daerah, dan dalam peran dan fungsi yg berbeda.

Sampai saat ini, Telapak telah bekerja dalam isu hutan dan laut, mendorong komunitas kecil masyarakat untuk meningkatkan taraf kehidupannya. Pelajaran-pelajaran yang didapat dari proyek sebelumnya, permasalahan illegal loging menunjukkan pentingnya air yang berhubungan langsung dengan DAS terutama antara aktivitas di hulu yang berhutan dengan kondisi budaya asli setempat dan manajemen yang ramah lingkungan, dan di sisi lain daerah hilir, kaitannya dengan aktivitas pertanian dan kehidupan perkotaan dan industri. Hal ini menginspirasi Telapak untuk melihat lebih baik dari komunitas yg berbasis aktivitas hutan ke pengelolaan air terpadu dan pendekatan menyeluruh terhadap DAS.

 

Pada konteks ini, Telapak dan mitra airnya mendapat permohonan yg terus meningkat untuk melihat permasalahan di sektor air yg terjadi di komunitas kecil masyarakat. Mengingat tingginya permintaan dari masyarakat dan kekritisan permasalahan air yg ada, juga dirasa adanya perubahan pendekatan dalam pengelolaan air dan penanganan permasalahannya, dimana diperlukan terintegrasinya semua pihak yg ada dan pengguna air di kawasan DAS baik di hulu dan hilir, maka Telapak memutuskan untuk terlibat ke dalam Pengelolaan Sumberdaya Air yg terIntegrasi (IWRM: Integrated Water Resources Management).  Merupakan keputusan Badan Pengurus Perkumpulan (BPP) Telapak, agar program ini dilaksanakan dengan baik, sehingga Telapak akan terlibat dalam keseluruhan aspek pengelolaan sumberdaya air dari tingkat lokal sampai nasional.

Pendekatan Negoisasi dalam IWRM, seperti yg dipromosikan oleh Both ENDS, juga merupakan topik pembahasan dialog yang dilaksanakan 5 hari di kantor Telapak Juni 2008, akan menjadi alat bantu Telapak dan mitranya untuk menemukan dan memainkan peran di dalam pengelolaan sumberdaya air di Indonesia. Secara spesifik, kita akan fokus pada pelibatan partisipasi publik dan menemukan keterkaitan erat dengan pengelolaan lahan tanah dan hutan.

Program pertukaran bagi negara berkembang ‘Selatan-Selatan’ (South-to-South Exchange) yg telah dilakukan dengan mengundang partisipan dari berbagai negara Asia dan Amerika Latin, meningkatkan rasa percaya diri kami dan menginspirasi untuk meluaskan jaringan kerjasama. Ditunjukkan dengan jelas bahwa negara-negara berkembang seperti Indonesia  mempunyai banyak kesamaan situasi dengan negara berkembang lainnya. Semangat inilah yg mengikat solidaritas dan ide untuk bekerjasama. Dan melalui program pertukaran Selatan-Selatan yg selama ini Telapak terlibat, kita juga berharap menjadi media untuk menyebarkan pengalaman dan pelajaran yg kita dapat.

Kita juga yakin bahwa Telapak dapat menggunakan pengalamannya untuk berkontribusi mengembangkan suatu model pengelolaan air di suatu kawasan DAS yg terintegrasi dan berjalan baik. Gambaran model ini terdiri atas interaksi yang  harmoni antara komunitas masyarakat yang hidup di DAS dan pemerintah daerah setempat yg memiliki otoritas atas kawasan itu. Model pengelolaan air ini juga akan melengkapi model yang Telapak sudah miliki di sektor kehutanan dan kelautan. Model ini juga sesuai dengan identitas diri Telapak yang bekerja dengan menghormati adat kehidupan komunitas dan otonomi pemerintah daerah setempat.

 Dibaca sebanyak 387 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link