Inagurasi Komite DAS Lamasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan

(0 votes, average 0 out of 5)

DSC_7231_2
Belopa, 7 Juli 2010.

Telapak – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak SE, melantik pengurus Komite Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamasi, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.

Pemerintah Kabupaten Luwu yang diwakili oleh empat lembaga pemerintahan bekerja sama dengan beberapa lembaga non pemerintahan membentuk satu komite independen untuk pengawasan pengelolaan DAS Lamasi. Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak SE mewakili Bupati Luwu H.Andi Mudzakkar, melantik pengurus komite tersebut untuk bekerja sesuai fungsi dan tugas pokok dari lembaga itu.

Pengurus komite yang berjumlah 11 orang, ini merupakan yang pertama di Indonesia yang berdasarkan pada Perda DAS, yaitu Perda DAS Lamasi No. 9 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Wilayah DAS Lamasi

KDL merupakan komite independen yang terdiri atas empat organisasi pemerintah, perwakilan dinas pengelolaan sumber daya air, pertanian, kehutanan, dan dinas pertambangan, serta tujuh perwakilan non pemerintah.

Adapun tugas pokok KDL yaitu melakukan komunikasi dengan publik dan menjalankan fungsi-fungsi strategis dalam pengelolaan sumberdaya air. Salah satunya yaitu menjadi wadah koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air di DAS Lamasi dan bekerja sama dengan Kabupaten Toraja dan Luwu Utara.

Dalam menjalankan tugas, KDL juga berkoordinasi dengan Dewan Sumberdaya Air Propinsi (DSDAP) dan Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) yang merupakan bentukan UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

Beberapa organisasi non pemerintah seperti Perkumpulan Telapak, Perkumpulan Bumi Sawerigading (PBS), dan Yayasan Ulayat Bengkulu yang tergabung dalam tim Capacity Development Project On A Negotiated Approach To Integrated Water Resources Management (CDP IWRM NA) turut ambil bagian dalam pembentukan KDL.

Bupati Luwu, H. Andi Mudzakkar dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Syukur Bijak SE, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Komite DAS Lamasi hari ini merupakan bukti kepedulian untuk merespon keinginan masyarakat terhadap eksistensi dari aliran sungai Lamasi utamanya dalam melestarikan ekosistem dan kelestarian lingkungan yang melibatkan pemangku kepentingan baik dari organisasi pemerintah maupun organisasi non pemerintah sebagai representatif keterwakilan masyarakat.

Kabupaten Luwu merupakan daerah yang memiliki sumber daya air yang melimpah, tetapi belum dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. "Hanya masyarakat tertentu yang dapat menikmati air bersih yang sehat. Di sisi lain, masih banyak juga petani yang tidak memperoleh air irigasi yang cukup untuk usaha budidaya pertanian mereka," kata Hisma Kahman, Koordinator Program Air Perkumpulan Bumi Sawerigading.

Sementara itu, Rita Sri Mustikasari, Koordinator Program Air Telapak mengatakan, "Kami sangat mendukung adanya Komite DAS Lamasi ini karena air merupakan hak dasar setiap warga negara yang sudah seharusnya terpenuhi. Kesalahan mengelola akan menambah beban hidup masyarakat, sehingga diperlukan adanya wadah yang dapat memastikan pengelolaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan baik."


dboym[at]telapak[dot]org
www.telapak.org
www.air.telapak.org

 Dibaca sebanyak 840 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link