Inagurasi Komite DAS Lamasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
Ditulis oleh D. Boy Mochran Rabu, 07 Juli 2010 00:00

Belopa, 7 Juli 2010.
Telapak – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak SE, melantik pengurus Komite Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamasi, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Luwu yang diwakili oleh empat lembaga pemerintahan bekerja sama dengan beberapa lembaga non pemerintahan membentuk satu komite independen untuk pengawasan pengelolaan DAS Lamasi. Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak SE mewakili Bupati Luwu H.Andi Mudzakkar, melantik pengurus komite tersebut untuk bekerja sesuai fungsi dan tugas pokok dari lembaga itu.
Pengurus komite yang berjumlah 11 orang, ini merupakan yang pertama di Indonesia yang berdasarkan pada Perda DAS, yaitu Perda DAS Lamasi No. 9 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Wilayah DAS Lamasi
KDL merupakan komite independen yang terdiri atas empat organisasi pemerintah, perwakilan dinas pengelolaan sumber daya air, pertanian, kehutanan, dan dinas pertambangan, serta tujuh perwakilan non pemerintah.
Adapun tugas pokok KDL yaitu melakukan komunikasi dengan publik dan menjalankan fungsi-fungsi strategis dalam pengelolaan sumberdaya air. Salah satunya yaitu menjadi wadah koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air di DAS Lamasi dan bekerja sama dengan Kabupaten Toraja dan Luwu Utara.
Dalam menjalankan tugas, KDL juga berkoordinasi dengan Dewan Sumberdaya Air Propinsi (DSDAP) dan Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) yang merupakan bentukan UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Beberapa organisasi non pemerintah seperti Perkumpulan Telapak, Perkumpulan Bumi Sawerigading (PBS), dan Yayasan Ulayat Bengkulu yang tergabung dalam tim Capacity Development Project On A Negotiated Approach To Integrated Water Resources Management (CDP IWRM NA) turut ambil bagian dalam pembentukan KDL.
Bupati Luwu, H. Andi Mudzakkar dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Syukur Bijak SE, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Komite DAS Lamasi hari ini merupakan bukti kepedulian untuk merespon keinginan masyarakat terhadap eksistensi dari aliran sungai Lamasi utamanya dalam melestarikan ekosistem dan kelestarian lingkungan yang melibatkan pemangku kepentingan baik dari organisasi pemerintah maupun organisasi non pemerintah sebagai representatif keterwakilan masyarakat.
Kabupaten Luwu merupakan daerah yang memiliki sumber daya air yang melimpah, tetapi belum dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. "Hanya masyarakat tertentu yang dapat menikmati air bersih yang sehat. Di sisi lain, masih banyak juga petani yang tidak memperoleh air irigasi yang cukup untuk usaha budidaya pertanian mereka," kata Hisma Kahman, Koordinator Program Air Perkumpulan Bumi Sawerigading.
Sementara itu, Rita Sri Mustikasari, Koordinator Program Air Telapak mengatakan, "Kami sangat mendukung adanya Komite DAS Lamasi ini karena air merupakan hak dasar setiap warga negara yang sudah seharusnya terpenuhi. Kesalahan mengelola akan menambah beban hidup masyarakat, sehingga diperlukan adanya wadah yang dapat memastikan pengelolaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan baik."
dboym[at]telapak[dot]org
www.telapak.org
www.air.telapak.org
Artikel Terkait
Terpopuler
- Drainase (3354)
- Potensi Air di Indonesia (2774)
- Pencemaran Air (2313)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (2243)
- Tata Guna Lahan (2102)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1873)
- Air dan Kehidupan (1851)
- Air untuk Lahan Pertanian (1847)
- Pengelolaan Air Adalah: (1782)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1633)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1474)
- Air Minum (1415)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase