Tim CDP diterima DPRD Kabupaten Luwu

(1 vote, average 5.00 out of 5)

P1050269

Tim CDP IWRM NA diterima Komisi gabungan dari Fraksi Pembangunan dan Alokasi Anggaran, DPRD Kabupaten Luwu pada 17 Desember 2009. Bapak Antonius, KADIS PSDA Kabupaten Luwu menjadi salah satu pemimping sidang siang itu. Tim CDP terdiri dari Hisma Kahman (PBS; Perkumpulan Bumi Sawerigading), Oka Andriansyah (Yayasan Ulayat Bengkulu), D. Boy Mochran dan Rita Mustikasari (Telapak), Rob Koudstall dan Will Burghorn (advisor) dan Bob Purba (anggota Dewan Sumber Daya Air Nasional) dan Sirajuddin (calon anggota Dewan Sumber Daya Air Provinsi Sulawesi Selatan. Pada saat acara ini Beliau belum resmi dilantik menjadi anggota DSDAP).

Kunjungan ini dimaksudkan sebagai ajang dengar pendapat tentang inisiatif Pembentukan Komite DAS Lamasi yg diinisiasi Bupati Luwu dan PBS Palopo. Tim CDP IWRM NA menjadi pendukung lahirnya inisiasi ini melalui pemberian training dan peningkatan kapasitas diri bagi mitra dan TIMSEL (Tim Seleksi) KDL.

 

Ide pembentukan KDL merujuk kepada UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, Bab XII Koordinasi Pasal 85 – 87. Kabupaten Luwu juga memiliki sebuah PERDA No 09 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamasi dan Peraturan Bupati No 15 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Perda No 09/2006. KDL adalah salah satu promosi penerapan Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu (IWRM; Integrated Water Resource Management) di Indonesia.

Hisma memulai dengan presentasi tentang kenapa dirasa perlu dibentuk KDL. Presentasi yg sama yg ditampilkan di depan Bapak Bupati beberapa waktu sebelumnya. Dialog antara anggota Dewan, PBS dan peserta forum terjadi hangat.

Seorang anggota Dewan menyatakan dukungannya atas inisiatif pembentukan KDL. Perhatian yg cukup dari berbagai pihak perlu lebih dikerahkan agar kelestarian DAS Lamasi terjaga. Adanya serangan buaya sungai yg naik ke darat dan menyerang penduduk beberapa waktu lalu, menunjukkan bahwa kondisi sungai sudah rusak. Sehingga perlu ada keterlibatan berbagai pihak agar mengembalikan fungsi dan kondisi DAS Lamasi.

Rob sebagai advisor Tim CDP diminta memberikan komentar. Menurutnya, isu pengelolaan air menjadi perhatian utama di seluruh dunia. Terdapat dua pendekatan; integrasi antara pengelolaan lahan, hutan dan air. Dan kedua pelibatan publik sebagai pemilik dan pemakai sumberdaya, terlibat ke dalam pengelolaan air. Lebih jauh Rob menegaskan bahwa pembentukan KDL ini adalah hal pertama yg terjadi di Indonesia. Sehingga bagaimana pelibatan publik dan keterkaitannya dengan DSDAP Sulawesi Selatan dan DSDAN Jakarta, menjadi hal yg menarik untuk dicermati.

 Dibaca sebanyak 814 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link