Sungai Siapa Punya?

(0 votes, average 0 out of 5)
serah_terima_kades_ke_paguyuban_sepeda

Mencermati perkembangan terbaru pembentukan kelompok penjaga sungai atau biasa disebut kalijogo/river defender. Ada beberapa kelompok yg aktif menggeliat dan melakukan aksi menggalang kesadaran publik. Kegiatan ini terbentuk karena inisiatif paguyuban, komunitas masyarakat dan LSM atau kerjasama diantaranya.

Sebut sajatrasirumah_pak_kasun Paguyuban Trisno Kali Songo (http://kalisongoku.blogspot.com/). Mulai dari dibentuknya paguyuban, memastikan bahwa program penyelamatan sungai secara bersama adalah suatu bentuk usaha yg membutuhkan kelembagaan. Lembaga baru yg terbentuk ini mendapatkan amunisinya dari lingkungannya. Bukan hanya dalam bentuk dukungan non-materi tapi juga materi.

Pak kadus bersemangat agar kegiatan pembersihan sungai menjadi agenda dusunnya. Lembaga pemerintah seperti Dinas Perikanan mendukung dengan memberikan bantuan bibit ikan untuk kegiatan Tebar Benih konservasi Sungai Kalisongo. Bersih sungai dan Tebar Benih ikan di bagian tengah dan hulu DAS Kali Songo dilaksanakan tanggal 22 Januari 2012 yang melibatkan warga Dusun Dayu dan Dusun Complongan, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Prigi Mountain Bike Club (PMBC) pecinta sepeda gunung turut serta memeriahkan kegiatan ini. Ini adalah gambaran kegiatan river defender yg berada di Provinsi Jawa Timur dengan karakteristik daerah pedesaan.

Komunitas Ciliwung dan Transformasi Hijau (TRASHI) (http://transformasihijau.blogspot.com/) mengadakan Kemping di Ciliwung Bojong Gede, 21-22 Januari 2012. Acara ini memang bukan kemping biasa. Unik karena dilaksanakan keroyokan oleh komunitas-komunitas yang peduli akan Ciliwung.

Beberapa pemberi materi adalah pegiat lingkungan. Topik adalah: Mengenal Ekosistem Sungai, Pengenalan dan pengamatan Herfetofauna, Pengenalan dan pengamatan Burung, Pengenalan Serangga, Pengenalan Vegetasi, Pengenalan Safety Procedure Kegiatan di Sungai serta Dasar Fotography Jurnalistik. 

Ada 25 peserta kemping yang berasal dari SMA/ SMK dan perguruan tinggi sekitar Bogor dan Jakarta. Beberapa perwakilan Kelompok Pemuda maupun Komunitas yang berwilayah di Bogor, Bojong Gede, dan Jakarta berkumpul sekitar 20 orang. Obrolan santai dan interaksi dilaksanakan dengan pemuda Bojong. Dengan kompak pemuda-pemuda ini menjawab bahwa Tuhanlah yang menjadi pemilik sungai. Tetapi siapa yang bertanggung-jawab saat banjir karena luapan aliran air permukaan meluap karena daerah tangkapan air berubah menjadi bangunan beton?

Bahwa setiap sungai memiliki karakteristik persoalan yg berbeda antara satu dan lainnya. Sungai di pedesaan dan perkotaan perlu dikenali dan dipahami oleh masing-masing kelompok pengguna airnya. Benang merah kesamaan mungkin saja terjadi. Tetapi solusi dan aksi kegiatan akan sangat khas dan lokalitas, tergantung persoalan dan karakteristik daerahnya.

 Dibaca sebanyak 97 kali

Beri komentar


Kode keamanan
Perbaharui

Link