Sungai Siapa Punya?
Ditulis oleh Rita Mustikasari Senin, 23 Januari 2012 03:37
Mencermati perkembangan terbaru pembentukan kelompok penjaga sungai atau biasa disebut kalijogo/river defender. Ada beberapa kelompok yg aktif menggeliat dan melakukan aksi menggalang kesadaran publik. Kegiatan ini terbentuk karena inisiatif paguyuban, komunitas masyarakat dan LSM atau kerjasama diantaranya.
Sebut saja
Paguyuban Trisno Kali Songo (http://kalisongoku.blogspot.com/). Mulai dari dibentuknya paguyuban, memastikan bahwa program penyelamatan sungai secara bersama adalah suatu bentuk usaha yg membutuhkan kelembagaan. Lembaga baru yg terbentuk ini mendapatkan amunisinya dari lingkungannya. Bukan hanya dalam bentuk dukungan non-materi tapi juga materi.
Pak kadus bersemangat agar kegiatan pembersihan sungai menjadi agenda dusunnya. Lembaga pemerintah seperti Dinas Perikanan mendukung dengan memberikan bantuan bibit ikan untuk kegiatan Tebar Benih konservasi Sungai Kalisongo. Bersih sungai dan Tebar Benih ikan di bagian tengah dan hulu DAS Kali Songo dilaksanakan tanggal 22 Januari 2012 yang melibatkan warga Dusun Dayu dan Dusun Complongan, Desa Karanggandu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek. Prigi Mountain Bike Club (PMBC) pecinta sepeda gunung turut serta memeriahkan kegiatan ini. Ini adalah gambaran kegiatan river defender yg berada di Provinsi Jawa Timur dengan karakteristik daerah pedesaan.
Komunitas Ciliwung dan Transformasi Hijau (TRASHI) (http://transformasihijau.blogspot.com/) mengadakan Kemping di Ciliwung Bojong Gede, 21-22 Januari 2012. Acara ini memang bukan kemping biasa. Unik karena dilaksanakan keroyokan oleh komunitas-komunitas yang peduli akan Ciliwung.
Beberapa pemberi materi adalah pegiat lingkungan. Topik adalah: Mengenal Ekosistem Sungai, Pengenalan dan pengamatan Herfetofauna, Pengenalan dan pengamatan Burung, Pengenalan Serangga, Pengenalan Vegetasi, Pengenalan Safety Procedure Kegiatan di Sungai serta Dasar Fotography Jurnalistik.
Ada 25 peserta kemping yang berasal dari SMA/ SMK dan perguruan tinggi sekitar Bogor dan Jakarta. Beberapa perwakilan Kelompok Pemuda maupun Komunitas yang berwilayah di Bogor, Bojong Gede, dan Jakarta berkumpul sekitar 20 orang. Obrolan santai dan interaksi dilaksanakan dengan pemuda Bojong. Dengan kompak pemuda-pemuda ini menjawab bahwa Tuhanlah yang menjadi pemilik sungai. Tetapi siapa yang bertanggung-jawab saat banjir karena luapan aliran air permukaan meluap karena daerah tangkapan air berubah menjadi bangunan beton?
Bahwa setiap sungai memiliki karakteristik persoalan yg berbeda antara satu dan lainnya. Sungai di pedesaan dan perkotaan perlu dikenali dan dipahami oleh masing-masing kelompok pengguna airnya. Benang merah kesamaan mungkin saja terjadi. Tetapi solusi dan aksi kegiatan akan sangat khas dan lokalitas, tergantung persoalan dan karakteristik daerahnya.
Telapak dan ALA-F Bappenas 2010
Ditulis oleh Rita Mustikasari Kamis, 30 Desember 2010 12:37
Telapak mendapat undangan dan berhasil lolos seleksi Training on Integrated Water and Sanitation Management Climate Change Environment dari Direktorat Pengairan dan Irigasi, Bappenas di Brisbane, Australia September 2010. Proses seleksi dilakukan untuk melihat relevansi substansi kegiatan yg sedang dijalankan organisasi dan kemampuan berbahasa Inggris. Seleksi berjalan mulai Juli 2009, pengumuman April 2010. Perwakilan dari Perkumpulan Bumi Sawerigading, Palopo dan Yayasan Ulayat Bengkulu, tidak berhasil lulus seleksi.
Kegiatan training ini dilakukan dalam rangka peningkatan capacity building di Bidang Sumber Daya Air. Bappenas mengajukan proposal kegiatan training kepada Australian Scholarship AUSAID melalui skema program Australian Leadership Awards (ALA) Fellowships - ALA Professional Development Program. Dalam kegiatan ini Bappenas didukung oleh International Water Centre (IWC) Australia (www.watercentre.org) dan University of Queensland (UQ), Australia.
Program dilaksanakan selama 1 (satu) bulan pada tanggal 20 September - 16 Oktober 2010. Peserta training terdiri dari 20 orang berasal dari berbagai institusi pemerintah yg berperan dalam pengelolaan air di Indonesia, dan seorang perwakilan dari NGO.
Peserta training adalah: 1) Budi Wibowo (Bappenas); 2) Danik Prona (Bappenas); 3) Darajat Mulyanto (Bappenas); 4) Hendra Ahyadi (BBWS Citarum); 5) Henni Septa (Bappenas); 6) Juari Sutrisno (Bappenas); 7) Joko Nugroho (UGM Jogjakarta); 8) Lina Fitriani (BBWS Ciliwung-Cisadane); 9) Maman Rustaman (Bappenas); 10) Mirza Nirwansyah (PU); 11) Nico Sinaga (Kehutanan); 12) Nina Marlena (Bappenas); 13) Nursyaf Rullihandia (Bappenas ); 14) Rudy Hartanto (BBWS Brantas); 15) Rully Saputri (Bappenas); 16) Romauli Panggabean (Bappenas); 17) Rita Mustikasari (Telapak); 18) Thova Magnolia Nugroho (BBWS Citarum); 19) Virgi Virgiyanti (Bappenas); 20) Zaid Perdana (USU Medan).
Jadwal training cukup padat (Tabel 1). Setiap harinya, selama dua minggu, kita mendapat pelajaran di dalam kelas baik dari pengajar dosen dari IWC, UQ atau praktisi yg ahli di bidangnya. Dua minggu lainnya, melakukan jadwal kunjungan lapang ke tempat terkait pengelolaan air seperti pengolahan limbah cair, ke lahan basah dan pulau kecil di timur Kota Brisbane (North Stradebroke Island), pengelolaan terumbu karang Great Barrier Reef di Cairns dan Green Island.
Tabel 1. Jadwal Training ALAF Bappenas 2010.
|
Sun 19 Sep |
Terbang ke Brisbane, Queensland |
|
|
Mon 20 Sep |
Ind.WWT, regulation & compliance |
Graeme Milligan |
|
Tue 21 Sep |
Theory and practice of IWRM |
Dr Peter Oliver |
|
Wed 22 Sep |
Water Governance |
Maria Comino |
|
Wed Thu 22-23 Sep |
North Stradebroke Island Field Trip |
Bronwyn Powell |
|
Fri 24 Sep |
Wetlands & Mangroves forWWT & Stormwater Management |
Margaret Greenway |
|
Mon 27-Sep |
Ecosystem Health Monitoring |
Peter Hanington |
|
|
CC Impacts on Water |
Wenju Cai (CSIRO) |
|
Tue 28-Sep |
Project Management |
Bronwyn Powell |
|
|
Library Tour |
|
|
Wed 29-Sep |
Leadership, Reflection & Management |
Bronwyn Powell |
|
Thur 30-Sep |
Brisbane River Field Trip - Wivenhoe Dam, Rocks Riverside Park, Mount Coot-tha |
George Smith |
|
Fri 01-Oct |
Toowoombah Field Trip - QCCCE |
George Smith |
|
Mon 04-Oct |
WASH andWellbeing |
Diane Cousineau |
|
|
Structure of QLD Water |
Mark Pascoe |
|
Tue 05-Oct |
Impact Assessment |
Dr Helen Johnson |
|
|
Poster Presentations |
|
|
Wed 06-Oct |
WWT & Recycling |
Dr Steve Pratt |
|
|
WWT & Recycling Field Trip Oxley Creek Treatment Plant |
Steve Pratt
|
|
Thur 07-Oct |
Water, Poverty & Livelihoods |
Dr Bruce Missingham |
|
Fri 08-Oct |
M&E |
Dr Suzanne Hoverman |
|
Mon 11-Oct |
Far North Queensland Study Tour- Cairns |
|
|
Tue 12-Oct |
Far North Queensland Study Tour- Cairns |
|
|
Wed 13-Oct |
Far North Queensland Study Tour- Cairns |
|
|
Thur 14-Oct |
Far North Queensland Study Tour- Cairns |
|
|
Fri 15-Oct |
Return Cairns > Brisbane |
|
|
Sat 16-Oct |
Farewell Dinner at Bangkok Milton |
|
|
Sun 17-Oct |
Back to Indonesia |
|
Kesempatan mengikuti training ini sangat baik, meningkatkan pengetahuan tentang pengelolaan dasar-dasar IWRM (integrated water resource management) dan implementasinya di Brisbane, Queensland. Membangun network diantara pegawai pemerintah yg bertanggung-jawab dalam pengelolaan di Indonesia. Mengenalkan Telapak sebagai NGO yg juga punya perhatian terhadap isu air kedepannya.
Telapak dan ALAF. Beberapa inisiatif yg mungkin diterapkan, seperti pembuatan Report Card seperti yg dibuat oleh The South East Queensland Healthy Waterways Partnership (www.healthywaterways.org), sebuah organisasi non profit yg dimotori oleh Pemerintah Daerah Queensland dan University Queensland. Murray Darling Basin Authority (www.mdba.gov.au) sebuah institusi tunggal yg bertanggung-jawab atas perencanaan yg terpadu atas sumber daya air di DAS Murray-Darling di Australia timur.
Inagurasi Komite DAS Lamasi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan
Ditulis oleh D. Boy Mochran Rabu, 07 Juli 2010 00:00

Belopa, 7 Juli 2010.
Telapak – Wakil Bupati Luwu, Syukur Bijak SE, melantik pengurus Komite Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamasi, Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan.
Pemerintah Kabupaten Luwu yang diwakili oleh empat lembaga pemerintahan bekerja sama dengan beberapa lembaga non pemerintahan membentuk satu komite independen untuk pengawasan pengelolaan DAS Lamasi. Wakil Bupati Luwu Syukur Bijak SE mewakili Bupati Luwu H.Andi Mudzakkar, melantik pengurus komite tersebut untuk bekerja sesuai fungsi dan tugas pokok dari lembaga itu.
Pengurus komite yang berjumlah 11 orang, ini merupakan yang pertama di Indonesia yang berdasarkan pada Perda DAS, yaitu Perda DAS Lamasi No. 9 Tahun 2006 tentang Pengelolaan dan Pelestarian Wilayah DAS Lamasi
KDL merupakan komite independen yang terdiri atas empat organisasi pemerintah, perwakilan dinas pengelolaan sumber daya air, pertanian, kehutanan, dan dinas pertambangan, serta tujuh perwakilan non pemerintah.
Adapun tugas pokok KDL yaitu melakukan komunikasi dengan publik dan menjalankan fungsi-fungsi strategis dalam pengelolaan sumberdaya air. Salah satunya yaitu menjadi wadah koordinasi dalam pengelolaan sumber daya air di DAS Lamasi dan bekerja sama dengan Kabupaten Toraja dan Luwu Utara.
Dalam menjalankan tugas, KDL juga berkoordinasi dengan Dewan Sumberdaya Air Propinsi (DSDAP) dan Dewan Sumber Daya Air Nasional (DSDAN) yang merupakan bentukan UU No 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.
Beberapa organisasi non pemerintah seperti Perkumpulan Telapak, Perkumpulan Bumi Sawerigading (PBS), dan Yayasan Ulayat Bengkulu yang tergabung dalam tim Capacity Development Project On A Negotiated Approach To Integrated Water Resources Management (CDP IWRM NA) turut ambil bagian dalam pembentukan KDL.
Bupati Luwu, H. Andi Mudzakkar dalam sambutannya yang disampaikan oleh Wakil Bupati Syukur Bijak SE, menyampaikan bahwa pelantikan pengurus Komite DAS Lamasi hari ini merupakan bukti kepedulian untuk merespon keinginan masyarakat terhadap eksistensi dari aliran sungai Lamasi utamanya dalam melestarikan ekosistem dan kelestarian lingkungan yang melibatkan pemangku kepentingan baik dari organisasi pemerintah maupun organisasi non pemerintah sebagai representatif keterwakilan masyarakat.
Kabupaten Luwu merupakan daerah yang memiliki sumber daya air yang melimpah, tetapi belum dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat. "Hanya masyarakat tertentu yang dapat menikmati air bersih yang sehat. Di sisi lain, masih banyak juga petani yang tidak memperoleh air irigasi yang cukup untuk usaha budidaya pertanian mereka," kata Hisma Kahman, Koordinator Program Air Perkumpulan Bumi Sawerigading.
Sementara itu, Rita Sri Mustikasari, Koordinator Program Air Telapak mengatakan, "Kami sangat mendukung adanya Komite DAS Lamasi ini karena air merupakan hak dasar setiap warga negara yang sudah seharusnya terpenuhi. Kesalahan mengelola akan menambah beban hidup masyarakat, sehingga diperlukan adanya wadah yang dapat memastikan pengelolaan sumber daya air dapat diselenggarakan dengan baik."
dboym[at]telapak[dot]org
www.telapak.org
www.air.telapak.org
Halaman 1 dari 2
Terpopuler
- Drainase (3072)
- Potensi Air di Indonesia (2315)
- Pencemaran Air (2018)
- Permasalahan DAS Ciliwung-Cisadane (1936)
- Tata Guna Lahan (1737)
- Banjir dari Waktu ke Waktu (1 Januari 2010 – 22 Maret 2010) (1703)
- Air dan Kehidupan (1607)
- Air untuk Lahan Pertanian (1551)
- Pengelolaan Air Adalah: (1536)
- IPAL (Instalansi Pengolahan Air Limbah) Sungai Citepus, Anak Sungai Citarum. (1418)
- Dewi Air menurut Agama Batak disebut Boru Saniang Naga (1291)
- Air Minum (1253)
Link
- Lowongan Kerja
- Perkumpulan Telapak
- Mitra Air Telapak
- Yayasan Ulayat Bengkulu
- Both ENDS
Both ENDS supports organisations in developing countries to fight poverty and to work towards sustainable environmental management.
- Referensi
- WaterBase
The WaterBase project is an ongoing project of the United Nations University. Its aim is to advance the practice of Integrated Water Resources Management (IWRM) in developing countries. - 5th World Water Forum
The World Water Forum, organized every three years by the World Water Council in close collaboration with the authorities of the hosting country, is the largest international event in the field of water. - Indonesia Law Reporter
The world's changing and so does the provision of legal services.
- WaterBase